Apakah Indonesia adalah negara gagal?

Posted by | May 12th 2008 | 1 Komentar

Apakah Indonesia adalah negara gagal?

failed stateJika tidak segera dibenahi, maka bisa jadi Indonesia akan masuk dalam kategori negara gagal (failed state). Ini terlihat dari beberapa hal yang dicermati akhir-akhir ini di negara kita tercinta ini. Beberapa kriteria dari negara gagal mungkin telah terjadi.

Negara gagal (failed state)
Menurut Wikipedia, negara gagal adalah “state whose central government is so weak or ineffective that it has little practical control over much of its territory.”

Sebuah negara dikatakan berhasil jika negara tersebut dapat mempertahankan monopoli pada penggunaan kekuatan fisik yang legitimate di daerah kekuasaanya. Jika hal ini tidak terjadi misalnya terdapat milisi, teroris, premanisme, gangster yang dominan, maka keberadaan negara menjadi diragukan dan negara akan menjadi “failed state”. Hal ini bisa dilihat di Indonesia dimana premanisme terjadi di mana-mana. Baik eksekutif sebagai pengemban amanat rakyat dikuasai oleh pebisnis yang notabene adalah preman yang dapat mengatur semua kebijakan eksekutif. Bahkan businessman tersebut dapat menetapkan bahwa kesalahan yang dibuat oleh salah satu unit bisnisnya sebagai “national disaster”. Legislatifpun setelah dalam masa reformasi ini menjadi kuat posisinya tidak mau kalah dengan melakukan hal-hal yang mementingkan diri sendiri. Dengan gaji yang sudah cukup besar untuk ukuran rata-rata orang Indonesia mereka masih menuntut ini dan itu (baca laptop). Mungkin benar juga salah satu lirik lagu “Slank” bahwa legislatif membuat undang-undang untuk korupsi. Dalam gedung perwakilan, anggota dewan yang terhormat tersebut akhirnya menjadi calo bagi kepentingan bisnis kelompok tertentu saja agar menggolkan proyek mereka. Apalagi yudikatif, hukum digadaikan untuk kepentingan pribadi mereka. Setiap kasus ada harganya dan siapa yang memiliki uang akan menguasai pengadilan.
Konflik antara etnis sering terjadi, bahkan perang antar kampung saja tidak bisa ditangani. Bahkan antar angkatan (misalnya Polri dan TNI) sering konflik akibat masalah yang sepele. Rakyat sudah tidak lagi dibela bahkan dimusuhi misalnya dalam kasus tanah di Situbondo dimana marinir menembaki rakyat. Bahkan marinir tersebut dibela oleh pengacara terkenal yang juga dikenal sebagai artis.
Istilah negara gagal juga sering diasosiasikan dengan ketidakmampuan untuk menegakkan hukum secara menyeluruh karena tingkat kejahatan yang tinggi, korupsi politik yang tinggi, pasar informal yang meluas, ketidakefektifan pengadilan, campur tangan militer dalam politik, birokrasi yang dipersulit, serta situasi budaya dimana terdapat pemimpin informal yang lebih dipercayai dibandingkan dengan pemimpin formal. Hal ini tentu saja banyak terlihat di negara kita.

Indikator sosial
Indikator sosial yang dapat mengukur kegagalan suatu negara adalah tekanan demografi yang mencakup tingginya populasi relatif terhadap pengadaan pangan dan kebutuhan penunjang hidup lainnya. Kelangkaan bahan pangan dan kelaparan yang terjadi akhir-akhir ini juga menunjukkan hal ini. Perpindahan massal pengungsi karena terpaksa akibat represi dan bencana alam yang mengakibatkan kekurangan pangan, penyakit dan kurangnya air bersih juga menjadi indikator dari sebuah negara gagal. “Brain drain dari para profesional, intelektual dan emigrasi sukarela dari kelas menengah juga terjadi di negara kita yang merupakan salah satu indikator sosial negara gagal.
Indikator ekonomi
Terdapat indikator ekonomi yang juga menentukan suatu negara dikatakan gagal yaitu
Keadaan ekonomi yang tidak merata, distribusi pendapatan yang tidak berimbang, angka kemiskinan yang tinggi, kesenjangan tingkat pendidikan. Kesemua indikator ini sepertinya telah terjadi di Indonesia. Beberapa golongan tertentu bisa sangat kaya sedangkan golongan lain ada yang sampai kelaparan dan bunuh diri karena tidak sanggup menahan penderitaan yang ditanggungnya. Pendidikan menjadi komersil dan hanya yang berkantong tebal saja yang bisa mengenyam pendidikan. Swastanisasi negara terjadi di segala bidang dan lebih menguntungkan kelompok tertentu saja.
Jatuhnya nilai mata uang dan tingginya “hidden economies” yang meliputi perdagangan narkoba, penyelundupan dan “capital flight”. Banyaknya bandar-bandar narkoba yang dibackup oleh aparat, penyelundupan BBM dan komoditi lainnya seperti beras, minyak goreng dan lain-lain tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita. Capital flight dari BLBI oleh golongan tertentu terjadi dan tidak dapat ditanggulangi sepenuhnya.

Indikator Politik
Korupsi endemik oleh penguasa dan resistensi terhadap transparansi, akuntabilitas merupakan salah satu indikator politik dari negara gagal. Ketidakmampuan negara untuk melayani rakyat dalam basic need yaitu kesehatan, pendidikan, sanitasi, tranportasi umum juga merupakan indikator politik.

Penutup
Marilah kita sama-sama membangun negara ini. Janganlah mencoba menghancurkan menghancurkan negara”. Apabila memang sudah masuk menjadi golongan negara gagal maka negara kita harus direset (restart) atau dibubarkan dulu baru dibangun kembali atau dibuat dalam format lain (misalnya bentuk negara federal).negara. Seperti pengalaman rekan saya saat pertama kali masuk ke sebuah instansi pemerintah di bidang keuangan, dia disambut dengan ucapan “marilah kita

 

One Response to “Apakah Indonesia adalah negara gagal?”

  1. bambang.dompu says:

    Ya udah kta jual aja sekalian negara ini,lha gak ada pemimpin yang jujur,bener kan

Leave a Reply

Welcome, Visitor!

Please login below

forgot password?

Tentang Website

Website ini adalah representasi online Buku Angkatan (BukAng) Jilid 2 dari mantan mahasiswa ITB Jurusan Teknik Mesin & Teknik Penerbangan angkatan 1989. Lebih lanjut >

Subscribe for New Posts Notification


Info Rekening
Alumni Mesin 89

  • Buat Frens Mesin 89 yang bertanya nomor Rekening Mesin 89: Bank Danamon, 206.065.989 atas nama Rudy Arifin, Erwin Wijaya, dan Ali.
  • Tips: Bisa transfer lewat ATM bank yang terhubung di ATM Bersama dan ALTO.