Seberapa Burukkah Moral dan Nasionalisme Kita?

Posted by | May 10th 2008 | 1 Komentar

Seberapa Burukkah Moral dan Nasionalisme Kita?

Harga minyak dunia yang begitu tinggi saat ini kembali mengingatkan saya pada tragedi lengsernya Pak Harto yang disertai dengan naiknya nilai tukar dolar yang nggak masuk akal. Saat itu Menteri keuangan Kwik Kian Gie, untuk meredam nilai tukar dolar terhadap rupiah, menaikkan suku bunga deposito rupiah sampai 50% per tahun. Hal itu dilakukan untuk meredam perilaku orang-orang bejat yg semakin memperburuk keadaan saat itu. Lalu, apakah tragedi saat itu akan kembali terjadi saat itu? Semoga saja tidak terjadi.

Sudah dapat diduga, kenaikan harga minyak dunia ini akan berimbas pada kenaikan harga BBM di dalam negeri. Pemerintah sudah mengumumkan rencana kenaikan BBM yang mungkin mulai efektif di bulan Juni. Sekali lagi, BBM belum naik, sembako udah berlomba-lomba naik harga. Sepertinya tragedi 10 tahun yang lalu tidak mengubah sedikit pun perilaku kita. Sebegitu burukkah moral dan nasionalime kita? Memang!, rasanya seperti mimpi untuk bisa mengubah ini semua. Tapi, setidaknya kita bisa memperbaiki moral dan nasionalisme mulai dari kita sendiri. Sekarang tinggal, “maukah kita memperbaiki diri?”. Semoga.

 

One Response to “Seberapa Burukkah Moral dan Nasionalisme Kita?”

  1. Ada lagi yang sudah jadi berita di koran2, setelah diumumin pemerintah bahwa harga BBM pasti naik, mendadak terjadi trend kenaikan konsumsi BBM di seantero nusantara sekitar 5% – 10%.

    Paling ga jiwa bisnis bangsa kita, or at least si penimbun BBM ini cukup tinggi. Itungan dagangnya jalan 100%. Dah tahu harga barang pasti naik, simpan sekarang jual nanti dong, untung pasti yang mudah.

    Di lain pihak juga sangat naif atau bodohnya pemerintah kita, yang kasih tenggang waktu lama dari pengumuman sampai kenaikan aktual BBM dilakukan. Buruan diborong penimbun BBM semua deh ‘bo. Mungkin juga karena mereka & family mereka juga pada punya bisnis SPBU, supaya saudara2 pada untung, uang negara ini, rugi & defisit kan ditanggung renteng bersama.

    [Sigh…] Nasib negara kita.

Leave a Reply

Welcome, Visitor!

Please login below

forgot password?

Tentang Website

Website ini adalah representasi online Buku Angkatan (BukAng) Jilid 2 dari mantan mahasiswa ITB Jurusan Teknik Mesin & Teknik Penerbangan angkatan 1989. Lebih lanjut >

Subscribe for New Posts Notification


Info Rekening
Alumni Mesin 89

  • Buat Frens Mesin 89 yang bertanya nomor Rekening Mesin 89: Bank Danamon, 206.065.989 atas nama Rudy Arifin, Erwin Wijaya, dan Ali.
  • Tips: Bisa transfer lewat ATM bank yang terhubung di ATM Bersama dan ALTO.