‘General review’ instalasi Mikrohidro
Posted by Hermoko Harimurti | September 6th 2012 | 4 Komentar
Pada prinsipnya mikrohidro terdiri dari beberapa komponen utama yaitu: Intake, Bypass Canal, Head Tank, Penstock, Generating unit, Tailrace, dan Transmission Line. Intake adalah codetan di tepi sungai sebagai pintu pertama untuk mengalirkan sebagian aliran sungai ke instalasi generating unit. Bypass Canal adalah saluran yang menghubungkan Intake dengan Head Tank, dan biasanya berupa saluran terbuka (sama seperti saluran irigasi pertanian). Head Tank adalah tempat penampungan air utama sebagai tolok ukur tekanan statik (Head) yang tersedia. Untuk menjaga/mempertahankan agar Head tetap konstan, pada Head Tank harus dilengkapi dengan saluran Overflow. Penstock adalah saluran dari Head Tank ke Turbin yang berfungsi untuk mengarahkan aliran air ke turbin seefektif mungkin. Ukuran penstock harus disesuaikan dengan debit air yg diperlukan oleh turbin serta ukuran turbin. Generating Unit adalah satu kesatuan unit pembangkit listrik sebagai unit utama mikrohidro. Tailrace adalah saluran keluar air dari turbin. Distribussion line adalah jaringan distribusi listrik dari generating unit ke rumah-rumah penduduk.Â
Generating unit merupakan bagian yang paling penting dari suatu instalasi mikrohidro. Bahkan, kata mikrohidro sering dimaksudkan untuk generating unit. Generating unit terdiri dari 4 komponen utama yaitu Turbin, Generator, Control Panel, dan Dummy load. Turbin berfungsi untuk mengubah energi potelsial air (energi hidrolik) menjadi energi mekanik (gerak) sebagai penggerak generator. Generator berfungsi untuk mengubah energi mekanik dari turbin menjadi energi energi listrik. Control panel berfungsi untuk mengatur energi listrik dari generator ke distribussion line dan ke dummy load serta menjaga agar tegangan dan frekwensi ke distribussion line relatif tetap (220V / 50 Hz). Dummy load berfungsi sebagai beban komplemen/konpensasi untuk menyerap beban lebih yang tidak dipakai di distribussion line sehingga tegangan dan frekwensinya tetap terjaga dan stabil. Lalu, bagaimana cara kerja sistem di kontrol panel untuk tujuan tersebut? (silahkan baca di tulisan berikutnya berjudul “Cara kerja sistem kontrol unit pembangkit mikrohidro”).
Seperti kita ketahui, peralatan listrik dan elektronik harus beroperasi pada tegangan dan frekwensi yg relatif tetap (220V/50Hz). Jadi sangatlah penting untuk menjaga unit mikrohydro agar selalu beroperasi dengan baik. Â
Moko mana lanjutannya..dah ga tahan nih
Mok, kalau listrik yg digenerate dihubungkan ke jaringan JTM nya PLN (on grid) apakah masih perlu dummy load?
mantap dah penjelasannya..,
Mohon ijin pak moko untuk menggunakan gambar nya sebagian untuk keperluan gambar disain sistem operasi PLTM