Program Kompos Sampah Pasar ‘Nothing Wasted’ Danamon Go Green untuk Kompetisi BBC World Challenge 2009

Posted by | December 4th 2009 | 4 Komentar

Program Kompos Sampah Pasar ‘Nothing Wasted’ Danamon Go Green untuk Kompetisi BBC World Challenge 2009

Latar Belakang

BBC World Challenge adalah kompetisi internasional yang diadakan oleh BBC World News & Newsweek, dan merupakan kompetisi program-program inovatif yang bertujuan mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan perempuan, pengelolaan lingkungan serta pengembangan ekonomi masyarakat. Kompetisi kali ini adalah kompetisi tahun ke-5.

Program Kompos Sampah Pasar ‘Nothing Wasted’ Danamon Go Green telah terpilih menjadi pemenang tiga besar, setelah sebelumnya menjadi salah satu dari 12 finalis yang terseleksi dari 900 program pengembangan masyarakat sedunia, dan merupakan satu-satunya program yang mewakili Indonesia pada kompetisi prestisius BBC World Challenge 2009.

Pemenang ditentukan dari jumlah suara terbanyak melalui voting on-line berdasarkan satu orang satu suara. Dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia yang memiliki akses Internet, termasuk rekan-rekan semua, tentulah sangatlah berperan penting untuk bisa memenangkan penghargaan BBC World Challenge 2009 untuk tanah air kita.

Program ‘Nothing Wasted’ Danamon Go Green bertujuan untuk mengkonversi sampah pasar tradisional menjadi kompos berkualitas tinggi untuk didistribusikan kepada para petani. Program ini secara sistematis meningkatkan kondisi kesehatan dan kebersihan serta memberikan manfaat sosial ekonomi bagi komunitas pasar tradisional dan petani. Pasar tradisional dan pertanian merupakan pilar dari pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia. Setiap harinya, pasar tradisional menghasilkan ribuan ton sampah, padahal 70-90% sampah tradisional adalah bahan organik berkualitas tinggi.

Alur Kerja Pembuatan Pupuk Organik Kompos dari Sampah Pasar Program ‘Nothing Wasted’

Pemilahan sampah di tingkat pedagangPemasokan sampah ke unit komposPemilahan sampah organik anorganik di unit komposPencacahan untuk mempercepat proses pengomposanPenimbangan berat bahan anorganik untuk menentukan takaran bioaktivatorAplikasi bioaktivator, 1 liternya bisa untuk memfermentasi kompos 1 ton bahan organikPenyungkupan fermentasi atau pematangan mempercepat perubahan menjadi komposPengeringan bahan kompos matang agar kadar air di bawah 50%, sesuai dengan SNIProses pengayakan agar didapat ukuran kompos yang homogenPenimbangan dan pengemasan kompos sesuai permintaan pasar


Silakan klik salah satu gambar di atas untuk memperbesar serta melihat caption keterangan masing-masing

Penerapan Program ‘Nothing Wasted’ di Pasar-pasar Tradisional Indonesia

Melalui program ‘Nothing Wasted’ Danamon Go Green, Yayasan Danamon Peduli bekerjasama dengan 31 Pemerintah Daerah membangun fasilitas pengolahan sampah di pasar tradisional.

Program ini dicoba pertama kali di pasar Ciputat, Banten, dilanjutkan dengan program percontohan di Bantul, DIY dan Sragen, Jawa Tengah. Tahun 2008 program ini telah berjalan di lima kabupaten, yaitu Bantul, Sragen, Wonosobo, Pacitan dan Grobogan. Tahun 2009, program ini direplikasi di 26 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Sampai Agustus 2009, Danamon Peduli telah menyelesaikan 28 dari 31 unit kompos. Setiap bulannya program ini mengkonversi 442 ton sampah organik menjadi 103 ton kompos berkualitas tinggi. Replikasi oleh pemerintah daerah diproyeksikan mencapai 100 unit kompos di tahun 2013 karena sejak saat ini beberapa unit kompos telah dalam proses perencanaan dan konstruksi, seperti di Bantul dan Grobogan.

Tanggal 13-17 Juli yang telah lewat One Planet Pictures telah datang ke Indonesia untuk mendokumentasikan ‘Nothing Wasted’ Danamon Go Green yang telah disiarkan oleh BBC World News pada hari Sabtu, 24 Okt jam 21:30 WIB (14:30GMT), Minggu, 25 Okt jam 9:30 dan 16:30 WIB (2:30 dan 9:30 GMT) dan Senin, 26 Okt jam 00.30 WIB (25 Okt 17:30GMT).

Ketiga pemenang utama dari World Challenge, termasuk wakil Indonesia ‘Nothing Wasted’, akan diumumkan secara resmi di Den Haag, Belanda tanggal 5 Desember 2009. Acara penyerahan penghargaan akan difilmkan dan ditayangkan sebagai program akhir dalam episode World Challenge di BBC World News, serta akan diprofil dalam Newsweek edisi Desember 2009.

Sebelas Alasan Mengapa ‘Nothing Wasted’ Pantas Turut Memenangkan Kompetisi BBC World Challenge 09

Program kompos sampah pasar ‘Nothing Wasted’ Danamon Go Green memberikan kontribusi di bidang lingkungan, pertanian berkelanjutan dan pengentasan kemiskinan bagi Indonesia dan dapat direplikasi dengan mudah, sehingga pantas kita dukung dalam BBC World Challenge 2009.

  1. Fakta 1: ‘Nothing Wasted’ meningkatkan kualitas kebersihan pasar tradisional dan lahan pertanian Indonesia sekaligus mencegah pemanasan global
  2. Fakta 2: ’Nothing Wasted” memanfaatkan limbah organik secara berkelanjutan
  3. Fakta 3: ‘Nothing Wasted’ membangkitkan pasar tradisional dan pertanian berkelanjutan
  4. Fakta 4: ‘Nothing Wasted’ meningkatkan investasi daerah
  5. Fakta 5: ’Nothing Wasted’ mewujudkan kemitraan harmonis antara pemerintah, swasta dan masyarakat
  6. Fakta 6: 31 Pemerintah Daerah bermintra dengan Danamon Peduli dalam program ‘Nothing Wasted’
  7. Fakta 7: ’Nothing Wasted’ menerapkan teknik manajemen modern ‘Balanced Scorecard’ dalam mengukur keberhasilannya
  8. Fakta 8: ’Nothing Wasted’ mudah untuk direplikasi
  9. Fakta 9: ’Nothing Wasted’ menjadi langkah awal dari jutaan langkah bagi Indonesia lestari dan sejahtera
  10. Fakta 10: Komitmen Pemerintah Daerah kunci keberhasilan program kompos sampah pasar ’Nothing Wasted’
  11. Fakta 11: ’Nothing Wasted’ mendorong kita kembali menjaga dan memperbaiki alam demi pembangunan berkelanjutan

Akhir kata, terima kasih kepada rekan-rekan Mesin 89 dan tentu saja seluruh lapisan masyarakat yang telah turut serta berpartisipasi memberikan suaranya memilih ‘Nothing Wasted – Danamon Go Green’ sehingga kita bersama dapat memenangkan penghargaan tiga besar BBC World Challenge 2009 ini untuk Indonesia yang lebih hijau dan lestari.

*) Tulisan ini merupakan kutipan dari dokumen “Panduan Komunikasi Program Kompos Sampah Pasar ‘Nothing Wasted’ Danamon Go Green Kompetisi BBC World Challenge 2009” yang direlease Tim Komunikasi Yayasan Danamon Peduli.

 

4 Responses to “Program Kompos Sampah Pasar ‘Nothing Wasted’ Danamon Go Green untuk Kompetisi BBC World Challenge 2009”

  1. Selamat bagi kemenangan Nothing Wasted.
    Congratulation buat Ali & Danamon Peduli.

    Semoga dapat menambah motivasi bangsa ini agar semakin banyak karya, produk & wakil2 Indonesia yg bicara di tingkat dunia.

  2. Ananta Wijaya says:

    Selamat Li buat elo n team….kalo ada foto2nya di upload dong biar kita punya bayangin neh..pasar2 kita sudah kayak apa setelah ikut program Danamon Peduli..
    Sekali lagi selamat n sukses terus dg program2 kreatif buat masyarakat

  3. Doddy Samperuru says:

    Congrat utk semua anggota tim. Make Indonesians proud !
    FYI, Pak Ali, insinyur teknik mesin M89, adalah salah seorang Direktur di Bank Danamon.

    Bisa lihat foto2 fasilitas pengolahan sampah organik utk diubah menjadi kompos yg sudah dibangun di berbagai pasar tradisional ?

    Yell boys !

  4. Ali says:

    Friends, ini adalah hasil kerja keras teman teman di Yayasan Danamon Peduli dibawah kepemimpinan ibu Risa. Saya hanya mau sharing dgn kita semuanya karena telah mendukung saat voting program ini di BBC. Thanks

Leave a Reply

Welcome, Visitor!

Please login below

forgot password?

Tentang Website

Website ini adalah representasi online Buku Angkatan (BukAng) Jilid 2 dari mantan mahasiswa ITB Jurusan Teknik Mesin & Teknik Penerbangan angkatan 1989. Lebih lanjut >

Subscribe for New Posts Notification


Info Rekening
Alumni Mesin 89

  • Buat Frens Mesin 89 yang bertanya nomor Rekening Mesin 89: Bank Danamon, 206.065.989 atas nama Rudy Arifin, Erwin Wijaya, dan Ali.
  • Tips: Bisa transfer lewat ATM bank yang terhubung di ATM Bersama dan ALTO.